Rencana Operasional

  1. PENDAHULUAN

A.1. Sejarah Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Arus perubahan sosial yang berlangsung demikian cepat diiringi kecendrungan global yang melingkupi segenap aktivitas kemasyarakatan maupun kenegaraan, memutlakkan kebutuhan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sekaligus memiliki kemampuan menjawab ragam tantangan tersebut. Salah satu kebutuhan yang kian dirasakan mendesak untuk dipenuhi terlebih seiring makin cepatnya arus perubahan sosial serta tuntutan global tersebut adalah penyediaan SDM yang berlatar pendidikan ilmu sosial maupun ilmu politik.

Hal ini cukup beralasan mengingat makin komples dan beragamnya persoalan-persoalan kemasyarakatan, termasuk derivate aktivitas yang ada di bawahnya seperti dinamisasi politik di tingkat lokal maupun nasional, inter-relasi antar negara dan kelebagaan internasional, era komunikasi media dan kecanggihan teknologi informasi, pemberdayaan masyarakat yang kian hari mewujud dalam beragam bentuk. Pemahaman ini tidak hanya sebatas pada kemampuan analitik atas teori maupun konsep saja, dan diharapkan juga akan mengharuskan ketersediaan keahlian bersifat teknis yang bertanggungjawab dengan kebutuhan pasar kerja.

Menjawab kondisi tersebut, Universitas Udayana (Unud) sebagai institusi pendidikan milik negara mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tepat oada tanggal 28 Juni 2009. Dengan berdirinya FISIP sebagai fakultas termuda dari 12 fakultas yang ada di Universitas Udayana, maka diharapkan melalui lembaga ini dapat melahirkan SDM yang handal, unggul, mandiri, berbudaya serta memiiki kualifikasi keilmuan yang dikenal strategis di mana seringkali muncul asosiasi maupun seminar-seminar yang bertema penyelesaiian masalah-masalah sosial dan politik yang bertaraf regional, nasional maupun internasional, sehingga kehadiran FISIP Unud juga akan dapat memberikan sumbangsih pada pengembangan keilmuan, khususnya di bidang keilmuan sosial dan politik, sekaligus sarana belajar yang ideal bagi para peserta didik.

Penggagas awal Program Studo Hubungan Internasional sekaligus pendiri FISIP di Universitas Udayana adalah Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) yang saat itu menjabat sebagai Rektor Universitas Udayana. Gagasan ini dimatangkan dengan berdirinya Institute of Peace and Democracy (IPD) yang bertempat di Kampus Unud Bukit Jimbaran.

IPD merupakan lembaga yang didirikan oleh negara sebagai institusi pengembang nilai-nilai perdamaian dan demokrasi. Salah satu program nyatanya adalah menjadi pendukung terwujudnya Bali Democracy Forum (BDF), sebuah wadah komunikasi antar para pemimpin negara di dunia menyangkut isu-isu perdamaian dan demokrasi, yang keberadaannya digagas Menteri Luar Negeri Republik Indonesia =, Dr. N. Hasan Wirajuda. Momentum tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandung of Understanding (MoU) antara Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pendidikan Nasional dan Universitas Udayana. Maka pada tanggal 10 Desember 2008, IPD diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kampus Bukit Jimbaran. Peresmian ini memperkuat gagasan Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) untuk segera merealisasikan pendirian FISIP sekaligus pendirian Program Studi Hubungan Internasional untuk pertama kalinya di Provinsi Bali.

IPD yang bersifat independen, nirlaba dan banyak menyelenggarakan berbagai lokakarya, penelitian dan publikasi, membangun jejaring dengan para ahli dan organisasi nasional maupun internasional terkait demokrasi menjadi laboratorium bagi pengembangan ilmu-ilmu sosial dan politikcivitas akademika FISIP pada umumnya dan Program Studi Hubungan Internasional pada khususnya, mengingat ruang lingkup kegiatan IPD yang berhubungan erat dengan pengembangan keilmuan Program Studi Hubungan Internasional. Harapan yang hendak dituju adalah sinergi antara FISIP dengan IPD yang dapat menjadi kekuatan baru dalam pengembangan nilai-nilai demokrasi dan perdamaian sekaligus mengintensifkan kajian di bidang keilmuan sosial dan politik. Hal ini dapat diartikan pula sebagai usaha untuk mengintensifkan pengembangan kajian Ilmu Hubungan Internasional sebagai bagian dari FISIP.

Ide pendirian Program Studi Hubungan Internasional mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Menteri Luar Negeri RI saat itu, Dr. N. Hasan Wirajuda. Pada proses perjalannya, ide dan gagasan pendirian Program Studi Hubungan Internasional makin dimatangkan melalui penyusunan proposal pendirian Program Studi guna mendapatkan surat izin operasional dari Kementerian Pendidikan Nasional. Beberapa nama terlibat dalam tim penyusunan proposal pendirian program studi yang ada di FISIP, mereka adalah Prof. Dr. dr. I Wayan Suandi, Drs, SH, M.Hum., Drs. Ketut Sudhana Astika, M.Si., Dr. Drs. Gusti Putu Bagus Suka Arjawa. M.Si, serta dibantu beberapa tenaga pengajar lain, yaitu Dr. Ni Luh Kebayantini, M.Si, I Gusti Agung Alit Suryawati, S.sos, M.Si, I Made Anom Wiranama, S.IP., MA., Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos, M.Si, I Ketut Winaya, S.Sos, Ni Wayan Supriliyani, S.Sos dan Drs. I Putu Suhartika, M.Si.

A.2.    Tujuan Penddikan Program Sarjana

1) Tujuan Pendidikan Tinggi

Tujuan pendidikan pada setiap program studi yang terdapat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana dilandaskan pula pada dasar pasal 2 PP Nomor 30 tahun 1990. Menurut pasal tersebut, tujuan dari pendidikan tinggi adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akedemik dan/ atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; serta mengembangkan dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

2) Tujuan Pendidikan Program Studi Hubungan Internasional

Tujuan Program Studi Hubungan Internasional adalah menghasilkan Sarjana Hubungan Internasional yang memiliki keahlian dan kompetensi di bidang Ilmu Hubungan Internasional dengan standar kualifikasi atau profil lulusan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam hal kemampuan analisis, integrasi sikap dan kepribadian, serta kompetensi dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, baik dalam level lokal, nasional, regional, maupun global.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di dunia profesi.
  3. Meningkatkan kualitas pengembangan sumber daya manusia, staf pengajar, dan pegawai dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  4. Meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perkembangan terkini dari Ilmu Hubungan Internasional.
  5. Meningkatkan sinergi antara wacana akademik dan pengalaman praktis dalam hubungan internasional.

 

  1. PENENTUAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIK

B.1. Kekuatan (Strengths)

Adapun faktor-faktor strategis internal kunci yang bagi Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana adalah sebagai berikut.

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Prodi HI FISIP Unud sangat jelas sesuai Visi dan Misi FISIP Unud, yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan tuntutan transparans
  2. Visi telah menunjukkan wawasan ke depan dengan menekankan pada akhlak muli
  3. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran sudah dirumuskan dengan jelas yang disertai dengan lingkup capaian yang akan dituju serta dijabarkan dalam Sasaran dan Strategi (Renstra dan Renop) sehingga dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan kebija
  4. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat dalam pembentukan, pelaksanaan, dan oengembangan pendidikan khususnya di bidang Ilmu Hubungan Internasional.
  5. Pada struktur organisasi terdapat pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas dengan personel yang kompeten dan berkomitme
  6. Terdapat Pusat Studi ASEAN (PSA) dalam melakukan kerjasama dan kajian ilmiah
  7. Terdapat laboratorium komputer, Lab Bahasa, dan Lab Hubungan Internasional (HI) yang memadai.
  8. Keterlibatan semua sivitas akademika dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan dan pelaksanaan Program Studi (Prodi).
  9. Sistem kepemimpinan secara umum sudah cukup kredibel, transparan, akuntabel, responsible (bertanggungjawab) dan adil.
  10. Mekanisme pengambilan  keputusan  dilakukan  secara  musyawarah  mufakat  dan dapat dipertanggung jawabkan.
  11. Sistem perencanaan,  pelaksanaan  evaluasi  dan  pengembangan  Prodi  dilakukan secara terprogram dan terarah.
  12. Keterlibatan atau kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap Prodi HI.
  13. Mekanisme penjaminan mutu senantiasa diterapkan untuk tiap kegiatan Prodi HI.
  14. Terbentuknya Tim Pelaksana Penjaminan Mutu Program Studi (TPPM Prodi) disertai mekanisme penjaminan mutu hirarkis yang melibatkan pihak eksternal.
  15. Terselenggaranya audit internal (evaluasi) oleh pihak Universit
  16. Sistem informasi dengan infrastruktur, piranti keras,dan piranti lunakyang memadai disertai dengan kemudahan akses baik melalui jaringan intranet maupun internet.
  17. Meningkatnya IPK lul
  18. Mahasiswa secara intensif melakukan kegiatan akademis dan non-akademis
  19. Program Studi (Prodi) melakukan seleksi terhadap mahasisw
  20. Proporsi dosen yang memiliki pendidikan S2, tinggi.
  21. Kehadiran tenaga pendidik dalam proses pembelajaran, tinggi.
  22. Rasio dosen dan tenaga kependidikan dengan mahasiswa yang ideal.
  23. Adanya peraturan kerja dan kode etik yang harus dilaksanakan oleh dos
  24. Komitmen staf pengajar yang tinggi terhadap kualifikasi proses pembelajar
  25. Untuk setiap mata kuliah yang termuat dalam kurikulum telah dilengkapi silabus/GBPP, SAP, handout, memuat materi disertai studi kasus sebagai implementasi kurikulum berbasis berkompetensi.
  26. Kurikulum institusi disusun dengan memasukkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan pasar.
  27. Kurikulum dievaluasi secara periodik setiap 5 tahun (disesuaikan dengan kebutuhan pemangku kepentingan).
  28. Revisi SAP dilakukan melalui pelaksanaan lokakarya penyusunan SAP yang dihadiri oleh dosen dan pemangku kepentingan.
  29. Adanya integrasi antar disiplin ilmu dan antar Mata Kuliah (MK) melalui penyusunan distribusi Mata Kuliah yang harus ditempuh mahasiswa secara berurutan dengan menerapkan MK prasyarat.
  30. Adanya anggaran yang pasti bersumber dari APBN.
  31. Memiliki sistem dan manajemen ter
  32. Jumlah mahasiswa yang cukup besar sebagai sumber pendanaan.
  33. Kondisi gedung: ruang kuliah, laboratorium dan sarana penunjang pendidikan cukup baik.
  34. Fasilitas administrasi memadai.
  35. Jumlah laboratorium memadai.
  36. Fasilitas teknologi dan komunikasi memadai.
  37. Areal parkir cukup memadai.
  38. Adanya jurnal elektronik.
  39. Ketersediaan jurnal ilmiah yang terakreditasi dan buku kumpulan penelitian Hubungan Internasional untuk menunjang kegiatan penulisan karya ilmia
  40. Memiliki database dan piranti lunak yang memadai untuk menunjang kegiatan penelitian dan riset.
  41. Adanya anggaran yang cukup besar untuk penelitian, publikasi dan PKM dari perguruan tinggi sendiri.
  42. Meratanya penyebaran kesempatan dosen melakukan penelitian, publikasi, dan PKM.
  43. Semakin banyaknya kerjasama yang terjali
  44. Citra Unud yang semakin baik menuju World Class University sehingga memudahkan untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar.

 

B.2. Kelemahan (Weaknesses)

            Adapun faktor-faktor strategisinternal kunci yang merupakan kelemahan Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud adalah sebagai berikut.

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran belum diwujudkan secara maksimal, kemungkinan salah satu penyebab sosialisasi belum maksimal, terutama di kalangan mahasisw
  2. Pelaksanaan tugas dan wewenang Laboratorium Prodi HI FISIP Unud masih perlu ditingkatk
  3. Pemanfaatan laboratorium oleh pihak eksternal masih perlu ditingkatk
  4. Partisipasi sivitas akademika dalam beberapa kegiatan akademis secara umum masih harus ditingkatkan.
  5. Kerjasama dan kemitraan masih perlu ditingkatka
  6. Kinerja TPPM Prodi masih perlu ditingkat
  7. Pemanfaatan infrastuktur sistem informasi masih perlu ditingkatkan.
  8. Keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi karya ilmiah tingkat nasional perlu ditingkatk
  9. Masih minimnya dosen yang memiliki kualifikasi S
  10. Minimnya alokasi penerimaan tenaga pendidik yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama periode dua tahun terakhir.
  11. Belum banyak dosen yang menulis dalam jurnal internasional.
  12. Minimnya dosen yang berprofesi sebagai prakti
  13. Perancangan  tugas-tugas   yang   lebih   memotivasi   mahasiswa   dalam   proses pembelajaran.
  14. Minimnya kesadaran mahasiswa dalam mengumpulkan tugas tepat waktu.
  15. Kurangnya kesadaran  mahasiswa  mengenai  arti  penting  pelaksanaan  tugas terstruktur.
  16. Jumlah anggaran yang diperlukan selalu meningkat yang tidak seimbang dengan sumber-sumber dana yang berasal dari APBN.
  17. Ruang dosen kurang memadai.
  18. Jumlah koleksi buku dan jurnal kurang memadai.
  19. Jumlah jurnal elektronik berlangganan belum dimanfaatkan optimal oleh mahasiswa maupun dosen.
  20. Mahasiswa harus lebih dilibatkan dalam melakukan kegiatan penelitian dan PKM.
  21. Masih belum optimalnya pemanfaatan dana dari perguruan tinggi sendiri dan dana dari luar perguruan tinggi.
  22. Belum memiliki hak paten atau hak cipta produk.

 

B.3. Peluang (Opportunities)

            Adapun faktor-faktor strategis eksternal kunci yang merupakan peluang bagi Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud adalah sebagai berikut.

  1. Banyaknya peluang kerjasama yang terbuka dengan berbagai lembaga di dalam dan di luar negeri untuk mendukung pencapaian Visi, Misi Tujuan, dan Sasaran Prodi HI FISIP U
  2. Terbukanya kesempatan untuk memperoleh dana-dana hibah terutama dari Dikti untuk membantu pencapaian Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran.
  3. Masih sangat sedikitnya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan Prodi  HI

di Bali.

  1. Terdapat banyak lembaga pendidikan yang tidak memiliki laboratorium lengkap, sehingga masih banyak peluang untuk memberikan pelati
  2. Terbukanya keterlibatan para akademisi dan praktisi dalam membantu pengembangan Prodi HI FISIP Unud.
  3. Pihak universitas memberikan dukungan yang besar pada pengembangan  Prodi HI FISIP Unud.
  4. Adanya kesempatan untuk menjalin kerjasama dan  kemitraan  dengan berbagai pihak.
  5. Terdapatnya Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri yang dapat dijadikan benchmark (tolok ukur).
  6. Adanya pedoman pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggidari Dirjen Dikti.
  7. Adanya pedoman  dan  bimbingan  pelaksanaan  penjaminan  mutu  dari  pihak Universit
  8. Perkembangan teknologi informasi yang semakin mutakhir.
  9. Kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas semakin meningkat.
  10. Pendapatan masyarakat semakin meningkat.
  11. Besarnya minat lulusan sekolah lanjut untuk mengikuti pendidikan tinggi.
  12. Meningkatnya jumlah peminat (calon mahasiswa).
  13. Kualitas input (calon mahasiswa) semakin baik.
  14. Ketersediaan tenaga kependidikan HI yang tersebar l
  15. Kerjasama dengan instansi terkait (Kementerian Luar Negeri, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga-Lembaga Internasional,dan lain-lain) yang menunjang materi perkuliahan dan menambah jaringan kerjasama.
  16. Adanya keleluasaan Prodi HI FISIP Unud untuk menentukan isi kurikulum sesuai dengan kebutuhan pengguna lul
  17. Kemajuan teknologi informasi mempermudah penyesuaian kurikulum.
  18. Kerjasama dengan praktisi dan alumni semakin meningkatkan dukungan untuk pemantauan dan pengkajian kurikulum.
  19. Peningkatan jumlah kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan dan instansi membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan PKM.
  20. Meningkatkan kerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada instansi terkait baik BUMN, BUMD, maupun BUMS di dalam maupun luar negeri

untuk mencari sumber dana lain.

  1. Sarana dan prasarana yang memadai memberikan citra positif kepada masyarakat, sehingga menarik minat calon mahasiswa bar
  2. Mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar kerj
  3. Memungkinkan kerjasama dengan pihak luar dalam pengembangan sarana dan prasarana perkuli
  4. Adanya minat instansi dan lembaga di luar perguruan tinggi sendiri untuk
  5. melakukan kerjasama di bidang penelitian dan PKM.

Banyaknya potensi sumber dana penelitian dan PKM dari luar perguruan tinggi sendiri.

  1. Peluang kompetensi dan publikasi ilmiah dari berbagai jurnal nasional dan internasional.
  2. Tuntutan sertifikasi dosen yang dapat mendorong kinerja dosen.
  3. Adanya keinginan setiap perguruan tinggi untuk mencitrakan diri sebagai universitas global sehingga dibutuhkan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri.
  4. Banyaknya peluang kerjasama yangt ditawarkan dari pemerintah daerah.
  5. Berkembangnya UMKM di daerah Bali memerlukan banyak kajian ilmiah/riset.

 

B.4. Ancaman (Threaths)

            Adapun faktor-faktor strategis eksternal kunci yang merupakan ancaman bagi Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unud adalah sebagai berikut.

  1. Adanya perkembangan tata pamong yang pesat dari perguruan tinggi lai
  2. Kemungkinan SDM yang bermutu di Prodi HI FISIP Unud diambil alih pesaing.
  3. Adanya kecenderungan pihak eksternal dalam menjalin kerjasama dengan Prodi sejenis di Perguruan Tinggi lai Kepercayaan pihak eksternal terhadap Prodi sejenis di perguruan tinggi lain dalam menjalin kerjasama.
  4. Munculnya pesaing ketat dengan Prodi sejenis di perguruan tinggi lain yang juga mengutamakan kualit
  5. Banyaknya Prodi sejenis  Prodi  HI yang telah mendapatkan akreditasi A.
  6. Rentannya sistem informasi berbasis komputer oleh virus dan peretas.
  7. Makin meningkatnya syarat kualifikasi untuk bekerja di sektor modern pada era globalisasi.
  8. Persaingan semakin ketat dalam memperoleh kesempatan kerja bagi lul
  9. Munculnya lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan program jangka pendek dan menjanjikan lulusan siap kerj
  10. Terbatasnya tenaga pendidik yang berkualifikasi doktoral.
  11. Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat menyebabkan sarana dan prasarana yang dimiliki cepat usang dan kurang dapat diantisipasi dengan bai
  12. Perubahan tuntutan pasar kerja sangat cepat.
  13. Bidang pekerjaan menuntut kualifikasi lulusan semakin tinggi.
  14. Persaingan ketat antar perguruan tinggi yang berkaitan dengan adaptivitas adaptasi terhadap perubahan kurikulum, khususnya perguruan tinggi yang bekerjasama

dengan perguruan tinggi luar negeri.

  1. Sistem anggaran dan manajemen keuangan terpadu, memperpanjang proses birokrasi keuangan Prodi dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi

masing-masing Prodi di bawahnya.

  1. Kurangnya minat baca dan daya beli masyarakat terhadap karya ilmi
  2. Masih kurangnya kesadaran dan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dan berpartisipasi dalam kegiatan PKM yang diinisiasi oleh Prodi  HI.
  3. Persaingan antar perguruan tinggi dalam memanfaatkan berbagai sumber dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Semakin terbukanya kesempatan perguruan tinggi luar negeri untuk membuka cabang di Indonesi
  5. Berkembangnya teknologi dalam pengembangan hasil riset internasional yang begitu cepat yang menyebabkan pihak lembaga kalah cepat dalam mengikuti perubahannya sehingga menuntut adanya daya adaptif yang tinggi.

 

  1. STRATEGI PENGEMBANGAN
  2. Jati Diri Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan
  3. Menggalakkan kerjasama dengan berbagai pihak dengan memanfaatkan reputasi baik program studi untuk mendapatkan pembaharuan informasi terutama dari dunia kerja.
  4. Meningkatkan sosialisasi dan tingkat pemahaman serta penguasaan visi misi program studi serta tujuan untuk memotivasi sivitas akademika dalam menjalin kerjasama.
  5. Meningkatkan sosialisasi bidang keilmuan Hubungan Internasional kepada masyarakat umum untuk lebih memperkenalkan profil Prodi HI.
  6. Memperbaharui profil lulusan untuk meningkatkan daya serap lulusan di pasar kerja.
  7. Menyelenggarakan berbagai pelatihan akademik guna meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran untuk mendapatkan akrediasi A.
  8. Tata Pamong Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjamin Mutu
  9. Meningkatkan aktivitas pelatihan dan penggunaan laboratorium untuk memaksumalkan proses pendidikan dan pengajaran.
  10. Meningkatkan kerjasama dengan alumni dan dunia kerja dan usaha untuk pengembangan program studi.
  11. Meningkatkan kualitas kegiatan studi banding (bencmarking).
  12. Memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan jaringan perpustakaan dengan perpustakaan instansi lain.
  13. Mengefektifkan peran pusat studi berkaitan khususnya dalam melakukan kajian-kajian keilmuan dan membaca serta menangkap peluang-peluang kerjasama.
  14. Pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi secara efisien dan efektif.
  15. Selalu mempertimbangkan perkembangan lingkungan eksternal dalam membuat perencanaan program.
  16. Melakukan pemetaan dosen sesuai dengan bidang kompetensinya.
  17. Mengefektifkan peran TPPM Prodi untuk meningkatkan proses pendidikan dan pengajaran.
  18. Pemeliharaan keamanan sistem informasi secara lebih efektif.
  19. Mahasiswa dan Jurusan
  20. Mengembangkan kegiatan penelitian yang melibatkan mahasiswa.
  21. Meningkatkan study center learning dengan menerapkan buddy system.
  22. Mengadakan kegiatan ilmiah yang melibatkan alumni, dan dunia kerja dan usaha.
  23. Memotivasi mahasiswa untuk berprestasi dengan memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.
  24. Senantiasa melakukan perbaikan dalam kegiatan promosi dan penerimaan mahasiswa antara lain dengan menyelenggarakan kompetisi ilmiah bagi anak-anak SMU yang sederajat.
  25. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan magang dan ektra kulikuler sehingga dapat memberikan bekal praktek bagi mahasiswa dalam persaingan dunia kerja.
  26. Meningkatkan pelaksanaan bimbingan konseling akademik untuk memperlancar penyelesaian studi dan membantu pencapaian lulusan yang berkualitas.
  27. Sumber Daya Manusia
  28. Mendorong dosen memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal untuk meningkatkan peranannya dalam kegiatan penelitian, pengajaran dan PKM.
  29. Memotivasi dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
  30. Pengiriman dosen dan karyawan ke berbagai pelatihan secara rutin dan merata.
  31. Merekrut dosen, khususnya dengan cara alih status dari dosen tidak tetap yang memiliki komitmen tinggi dan profesional.
  32. Meningkatkan kemampuan professional dosen dan karyawan dengan mengirim mereka untuk mengikuti berbagai pelatihan dan seminar yang berkualitas.
  33. Diberikan kesempatan yang luas kepada dosen dan pegawai untuk pengembangan diri.
  34. Pemberian reward sesuai dengan kinerja yang diberikan untuk lembaga dan punishment yang jelas.
  35. Mendistribusikan beban tugas untuk masing-masing bidang tugas secara profesional.
  36. Mendorong dosen untuk meningkatkan jabatan akademiknya.
  37. Kurikulum, Pembelajaran, Suasana Akademik
  38. Melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum secara rutin untuk menghasilkan kurikulum berbasis kompetensi.
  39. Melakukan kerjasama dengan praktisi, organisasi profesi dan pihak lain untuk memantau perkembangan lingkungan eksternal yang terkait dengan kurikulum.
  40. Pengembangan mata kuliah yang mengacu pada kebutuhan pengguna dan perubahan lingkungan.
  41. Pengembangan asistensi mata kuliah dan laboratorium.
  42. Meningkatkan kuantitas dan kualitas interaksi secara akademik dengan mahasiswa.
  43. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang menunjang pembentukan suasana akademik yang kondusif.
  44. Meningkatkan peranan organisasi kemahasiswaan dalam kegiatan ilmiah.
  45. Melakukan kajian terhadap perubahan kompetensi yang dibantu oleh alumnus Prodi HI.
  46. Melakukan studi banding mengenai kurikulum ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
  47. Meningkatkan wawasan mahasiswa dengan kunjungan ke universitas lain, kuliah tamu, seminar, magang.
  48. Mengembangkan metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa melalui pemberian tugas dan diskusi secara intensif.
  49. Meningkatkan peran pembimbing akademik dalam membantu kelancara studi mahasiswa.
  50. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap kegiatan program studi.
  51. Melakukan komunikasi dan kerjasama dengan alumnus prodi, dunia kerja dan usaha, dan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri untuk mengetahui perkembangan lingkungan global yang berkaitan dengan kurikulum.
  52. Pemberian bimbingan yang terarah dan terprogram bagi mahasiswa.
  53. Meningkatkan kualitas pelayanan baik akademik maupun non-akademik kepada mahasiswa.
  54. Aktif memantau perkembangan kurikulum yang sedang berjalan.
  55. Menyusun kurikulum yang dapat memenihi tuntutan/ perubahan profesi dan dunia kerja dan usaha.
  56. Peningkatan profesi akademik mahasiswa baru agar dapat membantu peningkatan indeks prestasi kumulatif.
  57. Meningkatkan keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam menciptakan budaya akademik.

 

  1. Pendanaan Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi
  2. Mempertahankan transparasi, keterlibatan, dan koordinasi dalam pengelolaan keuangan.
  3. Tetap mengupayakan peningkatan sumber dana setiap tahun.
  4. Mengoptimalkan penggunaan dana agar dapat menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas.
  5. Penambahan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional.
  6. Memperbaiki sistem informasi akademik dan menunjang secara berkesinambungan.
  7. Menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan lain, pemangku kepentingan, dan pemerintah dalam maupun luar negeri untuk menyelenggarakan diklat isu-isu global untuk pemerintah dan pengguna lulusan.
  8. Memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana agar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.
  9. Meningkatkan kualitas sistem penyimpanan dan pengamanan data akademik mahasiswa.
  10. Meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia dalam penggunaan sistem informasi.
  11. Meningkatkan efisiensi penggunaan dana.
  12. Memperbaharui sara dan prasarana secara berkesinambungan agar tidak tertinggal dengan perguruan tinggi lain.
  13. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan sistem informasi.
  14. Mengupayakan memperoleh sumber pendanaan lain selain dari mahasiwa.
  15. Pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana yang tersedia.
  16. Memperluas dan mempermudah akses jaringan.
  17. Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama
  18. Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil penelitian.
  19. Meningkatkan kuantitas dan kualitas jurnal ilmiah/sarana publikasi lainnya.
  20. Meningkatkan kerjasama dalam bidang penelitian dan PKM dengan pemerintah pusat dan daerah.
  21. Meningkatkan publikasi hasil penelitian dan PKM dalam jurnal ilmiah.
  22. Meningkatkan jumlah dosen yang terlibat dalam penelitian.
  23. Meningkatkan peran serta dosen dalam seminar hasil penelitian.
  24. Meningkatkan kerjasama penelitian dan PKM dengan instansi lain.
  25. Melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan meneliti dan PKM.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *