Program Studi HI Universitas Udayana Bekali Siswa SMAN 2 Sukawati Jadi Warga Negara Global yang Beretika Digital
03/06/2026 Universitas Udayana
Program Studi Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Udayana kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, rombongan dosen dan mahasiswa Prodi HI Unud menyambangi SMAN 2 Sukawati pada Rabu (3/6) untuk menggelar program edukasi bertajuk "Navigasi Generasi Muda Bali Menjadi Warga Negara Global (Global Citizen)".
Bertempat di Aula SMAN 2 Sukawati, kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA ini bertujuan untuk membekali generasi muda Bali dengan wawasan lintas negara, toleransi multikultural, dan etika komunikasi digital. Mengingat posisi Bali, khususnya wilayah Gianyar, sebagai destinasi pariwisata internasional, penting bagi para siswa untuk sadar akan posisi mereka di dunia serta mampu merespons isu-isu lintas negara tanpa kehilangan identitas budaya lokalnya.
Acara diawali dengan hangat lewat sambutan dari Kepala SMAN 2 Sukawati, Bapak I Ketut Kaptika, S.Pd., yang mengapresiasi inisiatif Prodi HI Unud dalam memperluas cakrawala berpikir para siswanya. Kegiatan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi HI FISIP Unud, Ni Wayan Rainy Priadarsini, S.S., M.Hub.Int.. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan wawasan generasi muda Bali agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan menjadi aktor yang siap bersaing secara global.
Inti acara dikemas dalam dua sesi interactive talk show yang menarik. Sesi pertama menghadirkan AA Bagus Surya, S.IP., M.Si., yang membawakan materi "We are Global Citizens". Ia mengajak para siswa untuk merenungkan apa sebenarnya makna menjadi Warga Negara Global, dan bagaimana dunia luar memandang Bali maupun Indonesia. Sesi ini berhasil membuka perspektif siswa bahwa menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar budaya, melainkan memperkuat nilai lokal ke kancah internasional.
Selanjutnya, atmosfer diskusi semakin hangat pada sesi kedua yang dibawakan oleh Adi Putra Suwecawangsa, S.IP., M.A.. Dengan mengangkat tema "Multikulturalisme dan Digital Ethics", ia menyoroti fenomena keseharian remaja saat ini. Adi Putra mengupas tuntas betapa pentingnya menjaga toleransi multikultural dan memiliki literasi etika digital yang mumpuni saat berinteraksi dengan warga negara asing, baik secara langsung di dunia nyata maupun melalui layar smartphone di dunia maya.
Untuk mengukur efektivitas materi, panitia yang terdiri dari mahasiswa HI Unud juga menyelipkan kegiatan pre-test dan post-test. Hasilnya sangat menggembirakan. Evaluasi kognitif menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa secara signifikan, dari 96,09 pada saat pre-test menjadi 98,13 setelah sesi materi, dengan persentase peraih skor sempurna melonjak hingga di atas 90%.


UNIVERSITAS UDAYANA